Konsumen Agribisnis


Dunia peternakan di Indonesia secara umum belum tumbuh dan berkembang dengan baik. Terbukti, dengan maraknya impor sapi dari Australia dan lebih populernya daging ayam dan telur ayam broiler dibanding dengan daging dan telur ayam kampung. Hal ini disebabkan karena sektor peternakan masih dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Pengolahan ternak sudah mulai dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba atau kambing seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang. Biasanya domba atau kambing yang akan digemukkan, didatangkan dari daerah lain. Pemberian vitamin untuk pemulihan kondisi ternak yang baru datang dan tidak lupa diberikan obat untuk pencegahan penyakit. Selain itu juga diberikan obat cacing untuk mencegah ternak cacingan. Domba yang akan digemukkan dimasukkan ke dalam penampungan sementara untuk istirahat, kemudian dicukur dan dimandikan. Proses selanjutnya domba dipindahkan ke dalam kandang penggemukan. Kandang terdiri dari 4 lokal kandang koloni dan 1 lokal kandang individu. Total kapasitas mencapai 900 ekor domba. Penanganan kotoran atau limbah digunakan sebagai pupuk.

Permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun belum bisa dipenuhi secara rutin karena tidak berimbangnya bibit domba dengan domba yang siap dijual atau layak dipotong. Stok domba di setiap tahunnya minim tidak memungkinkan para produsen domba untuk memenuhi permintaan konsumen. Stiap bulannya permintaan konsumen terhadap domba yai5tu sekitar 300 ekor domba sedangkan mencapai puncaknya pada musim Hari Raya Idul Adha yaitu sekitar 2000 ekor domba. Untuk mengatasi itu semua produsen domba harus menghasilkan bibit domba minimal 50 ekor per bulannya.

Tipe Konsumen Anda

Dewasa ini ada banyak ilmu yang bisa Anda pelajari mengenai
perilaku/watak/karakter dari seorang manusia. Sebut saja ada yang namanya
Personality Plus yang membahas 4 karakter manusia antara lain si popular
Sanguinis, si sempurna Melankolik, si kuat Koleris dan yang terakhir si
cinta damai Phlegmatis.

Dan menurut Florence Litteur, penulis dari buku Personality Plus bahwa
setiap manusia ternyata bisa memiliki lebih dari 1 macam karakter yang
akhirnya bisa dikombinasikan menjadi Koleris Sanguinis, Koleris Melankolik,
Phlegmatis Melankolik.

Begitu juga dalam ilmu NLP yang dikenal dengan sebutan Meta Programs. Dari
informasi yang pernah diperoleh oleh penulis yaitu sekitar pertengahan bulan
Oktober 2008 bahwa sudah ada sekitar 60-an perilaku/watak/karakter manusia
yang diuraikan didalam Meta Programs, antara lain adalah sebagai berikut ini
Toward – Away From, Internal – Eksternal, Matcher – Mismatcher, Independen,
Kooperatif dan Proximity dan sebagainya.

Dan selain Meta Programs maka dalam NLP kita juga bisa pelajari yang namanya
Eye-Accessing Cues yaitu penunjuk berdasarkan gerakan mata, dan juga Sistem
Representasi yang dalam bahasa sehari-hari kurang lebih adalah panca indera
manusia. Dan konon ilmu NLP sudah banyak diaplikasikan ke dalam berbagai
bidang terutama dalam bidang penjualan karena bisa dipergunakan buat
memahami perilaku konsumen.

Sebenarnya ilmu buat memahami perilaku/watak/karakter manusia sudah banyak
sekali, antara lain: ada yang bisa menilai perilaku/watak/karakter seseorang
hanya dari bentuk wajah, gaya jalan, cara bicara, tanda tangan dll.

Begitu juga dalam dunia penjualan, menurut pakarnya maka bisa dikategorikan
menjadi 7 tipe pembeli/konsumen berikut ini uraiannya :

1. Pembeli Apatis

Jenis tipe pembeli apatis adalah jenis orang yang tidak pernah membeli
apapun, dan mereka juga tidak perduli sebagus apa produk Anda, seberapa
murahnya produk Anda. Karena pada dasarnya tipe pembeli ini mempunyai sifat
yang pesimis dan sinis. Dan tipe pembeli apatis mewakili 5% dari pasar
konsumen.

2. Pembeli Aktualisasi Diri

Pembeli aktualisasi diri adalah kebalikan dari pembeli apatis, tipe pembeli
ini mengetahui dengan pasti apa yang mereka butuhkan, apa manfaatnya, berapa
harganya, apa yang mereka beli dan mereka segera akan mendapatkannya. Dan
tipe pembeli ini juga mewakili pasar konsumen sebesar 5%.

3. Pembeli Analitis

Tipe pembeli analitis ini mewakili 25% dari pasar konsumen. Tipe ini
cenderung sangat detail terutama pada masalah angka, detail pada spesifikasi
dari produk yang Anda jual. Dan biasanya tipe ini juga menekuni bidang
usaha/pekerjaan dibidang akuntan, insinyur, bankir atau apapun yang
berkaitan dengan angka. Sebagai seorang tenaga penjual maka saat Anda sedang
menghadapi calon pembeli tipe analitis maka yang perlu segera Anda
presentasikan adalah hal-hal yang bersifat spesifik dari produk/jasa Anda
misalnya seperti : cara kerja produk/jasa, harganya, manfaatnya, pelayanan
sesudah pembelian, dll.

4. Pembeli Penghubung

Tipe pembeli penghubung cenderung tidak terlalu antusias. Dan arah
komunikasi dengan tipe pembeli ini harus sabar dan pelan-pelan dalam
membangun hubungan. Tipe pembeli ini sangat tergantung dan memperhatikan
pandangan, pendapat orang lain dalam penggambilan sebuah keputusan pembelian
sebuah produk. Kadang-kadang mereka sangat perlukan pendapat dan saran
tentang produk yang akan mereka beli baik itu dari pihak keluarga, kolega,
teman. Dan tipe pembeli ini juga mewakili 25% dari pasar konsumen. Sebagai
seorang tenaga penjual jika Anda sedang berhadapan dengan tipe pembeli
penghubung maka tugas Anda adalah segeralah menyakinkan mereka mengenai
produk Anda dengan cara menunjukkan siapa saja yang telah membeli dan
memakai produk Anda. Pembeli penghubung biasanya berprofesi seperti guru,
pengawai adminitrasi, dokter, perawat.

5. Pembeli Penyetir

Tipe ini sangat fokus pada hasil, mereka akan “to the point” dan tanpa
basa-basi, mereka tidak suka membina hubungan dengan Anda, karena mereka
hanya perduli apa yang bisa produk/jasa Anda lakukan bagi mereka. Maka
berfokuslah pada saat presentasi dengan menampilkan keunggulan-keunggulan
dari produk/jasa Anda. Dan tipe pembeli ini juga mewakili 25% dari pasar
konsumen. Mereka biasanya berprofesi sebagai seorang manajer, eksekutif,
kepala cabang.

6. Pembeli Yang Senang Bersosialisasi

Tipe pembeli ini sangat ramah, cepat akrab, mudah bergaul dan Anda tidak
akan menemukan kesulitan buat membangun hubungan dengan mereka. Tipe pembeli
ini sangat cepat setuju dengan Anda tanpa memperhatikan apa kelebihan dari
produk/jasa Anda, namun bisa saja sesudah beberapa hari sebelum/sesudah
pembelian maka mereka bisa saja sudah lupa semuanya mengenai topik
pembahasan dengan Anda. Dan tipe ini juga mewakili 25% dari pasar konsumen.

7. Pembeli Impulsif

Tipe pembeli ini bisa dikatakan sangat terdorong emosional dalam memiliki
sesuatu, misalnya jika ada peluncuran produk/jasa baru seperti mobil, jam
tangan, hp, baju maka merekalah yang merupakan orang pertama yang selalu
siap buat mencobanya. Dan tipe ini mewakili sekitar 5%-10% dari pasar
konsumen.

8. Pembeli Informatif

Menurut pengamatan penulis, maka masih ada 1 tipe pembeli yang bias dikategorikan sebagai tipe informatif. Tipe pembeli ini sangat seleksi sekali terhadap produk/jasa yang akan mereka beli. Biasanya tipe ini akan mencari tahu mengenai produk/jasa yang akan mereka beli melalui sejumlah informasi seperti internet, nanya pada pakarnya, nanya kepada mereka yang
sudah pernah menggunakannya. Jika Anda sedang berha dapan dengan tipe pembeli informatif maka tugas Anda adalah lakukan presentasi secara profesional, jelas, singkat. Biasanya tipe informatif ini rasa loyalitasnya sangat tinggi sekali dan mereka akan beli dari Anda serta bersedia
rekomendasikan produk/jasa Anda. Tapi jangan sampai mereka sempat kecewa maka yang akan Anda peroleh adalah sebalik.

Nah sebagai seorang tenaga penjual ( sales person ) maka semuanya kembali
lagi pada diri Anda sendiri dalam mengambil sebuah pilihan yaitu ilmu mana
yang nurut Anda bisa dipraktekkan, apakah Personality Plus ? Meta Programs ?
atau macam-macam tipe pembeli ? 100% terserah Anda.

Produk kambing dan domba (kado) menjadi salah satu bahan disertai dengan ketajaman analisis dan pendalaman lanjutan atas pangan asal ternak yang dapat diandalkan mengingat usaha ternak aspek-aspek bisnis yang sifatnya dinamis.Selain untuk memenuhi permintaan dalammendorong peningkatan investasi pertanian, khususnya dalamnegeri, usaha-ternak kado memiliki peluang ekspor yang sangat besarpengembangan agribisnis komoditas pertanian.antara lain ke Malaysia, Brunei Darussalam dan negara-negara TimurTengah.Kondisi dan tantangan tersebut di atas merupakan peluang yang.Jakarta,Juli 2005 sangat baik untuk mendorong pergembangan agribisnis komoditasternak kado.

Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai upaya, antaraMenteri Pertanian,lain memanfaatkan sumberdaya peternakan kado secara lebih optimal.Bahan pakan yang berasal dari hasil samping atau limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustri yang jumlahnya sangat besar masih belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan menjadi beban Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS pengusaha dalam mengatasi pencemaran lingkungan. Berbagai inovasi dari Badan Litbang Pertanian telah membuktikan bahwa limbah yang tersedia ternyata dapat digunakan dengan baik sebagai bahan pakan ternak. Inovasi pengembangan ternak kado melalui sistem integrasi juga terbukti mampu meningkatkan efisiensi usaha pertanian, perkebunan dan peternakan, serta sekaligus dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak/petani.

Guna mewujudkan peluang usaha peternakan kado mulai dari hulu sampai ke hilir diperlukan suatu informasi yang terkait denganprospek dan arah pengembangan agribisnis komoditas ternak kado sebagai acuan bagi para pelaku di lapang baik swasta maupunpemerintah. Informasi ini sangat diperlukan bagi para investor, pengambil kebijakan maupun masyarakat luas, khususnya investor yang belum sepenuhnya memahami potensi dan peluang yang ada. pengembangan kado sistem integrasi mungkin cukup beragam, dan harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sasaran pengembangan kado dalam 10 tahun mendatang Agribisnis komoditas ternak kambing dan domba (kado) di ditujukan untuk menambah produksi sampai 5 juta ekor/tahun, yang Indonesia mempunyai prospek yang sangat besar, mengingat dalam berarti diperlukan penambahan populasi induk sedikitnya 4 juta ekor, 10 tahun mendatang akan ada 5 juta kepala keluarga muslim yanguntuk menghasilkan anak 6 juta ekor/tahun, yang akan berdampak masing-masing kepala keluarga akan menyembelih satu ekor ternak pada penambahan populasi sekitar 10 juta ekor.

Bila rata-rata harga kambing ataupun domba untuk kurban, satu ekor untuk setiap anak kado sekitar Rp. 400 ribu/ekor, maka total investasi yang diperlukan perempuan dan dua ekor untuk anak laki-laki untuk akikah. sekitar Rp. 4 trilyun. Bila diasumsikan pemerintah akan berinvestasi Disamping itu untuk keperluan ibadah haji di tanah suci akansebesar 0,92 trilyun (23 persen), masyarakat sebesar 2,52 trilyundibutuhkan 2,5 juta ekor kado untuk keperluan membayar dam(63 persen), maka investasi swasta yang dibutuhkan sedikitnya sekitar ataupun untuk kurban para jemaah haji. Rp. 0,56 trilyun (14 persen). Angka-angka ini belum memperhitungkan bila sebagian ternak ditujukan untuk menghasilkan susu.

Investasi Profil usaha-ternak kado di sektor usaha primer menunjukkan masyarakat sebagian besar berasal dari pemanfaatan aset yang telah bahwa usaha tersebut memberikan keuntungan yang relatif baik, dimiliki, atau sumber pendanaan baru yang berasal dari lembaga masing-masing dengan nilai B/C sebesar 1,17 dan 1,39 untuk usaha keuangan, bantuan pemerintah, kerjasama dengan swasta (inti) atau pembesaran dan penggemukan. bantuan keluarga/kelompok.

Untuk itu diperlukan dukungan investasi dalam pengembangan Usaha-ternak kado akan mampu menciptakan lapangan kerja agribisnis kado baik dari pemerintah, swasta, maupun baru, baik peluang untuk menjadi peternak mandiri maupun lowongan masyarakat/komunitas peternak. Investasi tersebut meliputi aspek: pekerjaan yang terlibat pada sektor hulu dan hilir. Bila ada (i) pelayanan kesehatan hewan, (ii) dukungan penyediaan bibit penambahan populasi sekitar 12 juta ekor, sedikitnya akan mendorong (pejantan) unggul dan induk berkualitas, (iii) kegiatan penelitian, penciptaan lapangan kerja baru untuk satu juta orang di perdesaan pengkajian dan pengembangan yang terkait dengan aspek pakan dan maupun di kawasan industri pendukung.

manajemen pemeliharaan, serta (iv) pengembangan kelembagaan untuk mempercepat arus informasi, pemasaran, promosi, permodalan, Investasi penyediaan bibit unggul, untuk calon induk maupun (v) penyediaan infrastruktur untuk memudahkan arus barang input-pejantan adalah sangat strategis, karena saat ini praktis belum ada output serta pemasaran produk, (vi) ketersediaan laboratorium pihak yang tertarik. Pusat pembibitan ternak milik pemerintah yang keswan, pakan dan reproduksi, serta (vii) penyiapan lahan usaha sudah ada belum mampu untuk merespon perkembangan yang terjadi peternakan dan penetapan tata ruang agar pengembangan ternak di masyarakat. Namun ke depan kegiatan ini justru harus dilakukan tidak terganggu oleh masalah keswan, sosial, hukum dan lingkungan. oleh swasta atau peternak kecil yang maju. Investasi untuk usaha ini dapat dimulai dengan skala sedang 200-500 ekor untuk kemudian

Secara mandiri swasta dapat bergerak di sektor hulu (usahadikembangkan menjadi usaha yang besar. Investasi yang diperlukanpenyediaan calon induk, penyediaan pejantan, penyediaan semen,usaha ini sedikitnya sekitar Rp. 0,5-1 milyar, tidak termasuk kebutuhan pabrik pakan mini, dll), serta di kegiatan hilir (RPH, industri pengolahan lahan. Diharapkan usaha ini dapat dikembangkan di kawasan
daging, susu, kulit, kompos, dll.).

Usaha-ternak budidaya oleh swasta perkebunan yang sudah tersedia bahan pakan yang memadai. dilakukan melalui pendekatan pola kemitraan, dimana peternak
Sementara itu investasi untuk pabrik pakan, pabrik obat, pabrik menghasilkan bakalan dan inti membeli untuk digemukkan atau kompos, pabrik pengolahan susu, dll., dapat disesuaikan dengan langsung dipasarkan. Variasi dari pola kemitraan dan investasi dalam kapasitas yang diperlukan, yang bernilai setara dengan nilai investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s