MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN


PENDAHULUAN

Tanah merupakan suatu unsur yang sangat penting bagi kehidupan.Dimana,tanah merupakan salah satu unsur produksi yang turut menetukan keberhasilan suatu usah tani.Selain itu,tanah juga sangat diperlukan dalam berbagai keperluan lainnya.Seperti untuk perkampungan,perumahan,perkantoran,jalan dan sebagainya.

Di Indonesia mempunyai sumber daya tanah yang sangat luas dan sebagian besarmerupakan lahan kering yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk melakukan usaha pertanian,Potensi lahan kering disetiap tempat yang tersebar di nusantara berbeda yang 1 dengan yang lainnya,dengan adanya perbedaan itu perlu dilakukan pemilihan jenis usah tani dan macam teknologi sesuai dengan potensi lahan di setiap tempat.

Untuk mengurangi resiko kegagalan dari suatu usaha tani maka perlu dilakukan berbagai pola usaha tani secara terpadu sesuai dengan potensi lahannya masing-masding.Pola usaha tani ini akan mendukung setiap kegiatan pertanian yang dilakukan di setiap lahan.

Hasil dari usaha tani itu merupakan bahan dasar bagi kehidupan manusia.Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kehidupan manusia tidak akan bisa berlanjut tanpa adanya pertanian.Oleh karena itu,pertanian di Indonesia harus semakin ditingkatakan kuantitas dan kualitasnya.Salah satunya yaitu peran pemerintah dalam membantu para petani melakukan kegiatan pertanian.

PEMBAHASAN

Pertanian merupakan suatu kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk mengahasilkan bahan pangan,bahan baku industri atau sumber energi serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalm pertanian biasa disebut sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam.Dalam pertanian ada suatu istilah “Usaha Tani”yaitu bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya.Petani adalah sebutan bagi mereka yang melakukan usaha tani.

Pertanian dalm pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup untuk kepentingan manusia.Dalam arti sempit,pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakn jenis tanaman tertentu,terutama yang bersifat semusim.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha,pemilihan benih atau bibit,metode budidaya,pengumpulan hasil,distribusi produk dsan pemasaran.Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan yang maksimal maka ia melakukan pertanian intensif,yaitu sistem pembudidayaan tanaman yang menggunakan masukan seperti tenaga kerja dan modal dalam ukuran yang sangat besar,relatif terhadap luas lahan.Hal ini dilakukan karena pertimbangan efisiensi lahan untuk meraih keuntungan besar.

Selain melakukan pertanian intensif,seorang petani juga perlu melakukan petanian ekstensif,yaitu suatu sistem pembudidayaan tanaman dengan menggunakan masukan modal dasn tenaga kerja yang rendah,relatif terhadap luas lahan usaha yang dipakai.Hasil yang diperoleh banyak bergantung pada kesuburan tanaj asal,topografi,iklim dan ketersediaan air.Masukan teknologi biasanya bukan hal yang mendesak karena dalam pertanian semacam ini luas lahan yang menjadi andalan.

Pertanian ekstensif ini merupakan petanian yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional yang akan berbentuk subsisten,yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.Program ekstensifikasi yang dijalankan pemerintah Indonesia di masa orde baru,tidak ada kaitannya dengan pertanian ekstensif,meskipun bagi para petani yang mengikuti progran tersebut melalui transmigrasi mendapat lahan seluas 2 hektare.Program itu lebih tepat disebut “ekspansi pertanian” atau “perluasan lahan pertanian”.

Sebagai suatu usaha,pertanian memiliki 2 ciri penting ; selalu melibatkan baarng dalam volume besar dan proses produksi memiliki resiko yang relatif lebih tinggi. 2 ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi.Beberapa bentuk pertanian modern misalnya budidaya alga dan hidroponika rtelah dapt mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Di Indonesia,pertanian merupakasn prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan,karena sebagian besar penduduknya hidup dari sektor pertanian yaitu lebih kurang 75% yang tersebar di seluruh Nusantara.Oleh karena itu mulai pelita I sampai pelita IV pembangunan difokuskan kepada sektor pertanian.Beberapa usaha yang telah ditempuh oleh pemerintah daalam meningkatkan hasil pertanian adalah dengan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi.

Dalam melaksanakan usaha-usaha tersebut sering kali dijumpai beberapa kendala,misalnya terbatasanya karbohidrat dalam bentuk siap saji baik dalam bentuk semacam hidangan yang diolah,harga yang dapat dijangkau masyarakat maupun sebagai bahan industri.Hal ini terjadi karena dewasa ini orientasi pangan masyarakat masih bertitik berat pada beras.

I. USAHA INTENSIFIKASI

Usaha intensifikasi merupakan uasah pertanian yang dilakukan pada sebidang lahan pertanian dengan tujuan untuk memperoleh produksi yang tinggi dan menguntungkan dengan disertai usaha-usaha konservasi tanah dan air.Pelaksanaan usaha intensifikasi pertanian ini akan lebih berhasil bila dilakukan di daerah yang tenaga kerja dan berbagai sarana produksi pertanianya cukup tersedia dengan pengelolaan aneka usaha tani secara terpadu.
Maksud dari intensifikasi pertanian adalah upaya pengelolaan suatu lahan pertanian dalam rangka meningkatkan serta mendayagunakan lahan tersebut agar dapat berdaya guna dan berhasil guna secara optimal,sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan sekaligus dapat melestarikan lingkungan secara berkesinambungan.

Tujuan dari usaha intensifikasi pertanian ini adalah:
1. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani.
2. Meningkatkan kemampuan petani pemilik dalam usaha taninya.
3. Meningkatkan produktifitas tanah,baik dalam bentuk tanaman semusim,tanaman kayu-kayuan maupun hasil lainnya.
4. Meningkatkan kelestarian tanah dan air.

Usaha intensifikasi pertanian memerlukan berbagai sarana produksi serta tenaga kerja manusia sebagai pengelola usaha tani.Tanpa tersedia sarana produksi dan tenaga kerja manusia,maka usah intensifikasi pertanian ini sulit dilakukan.Oleh sebab itu yang menjadi sasaran lokasi usaha intensifikasi disini adalah lahan milik rakyat yang digarap untuk tanaman semusim.

Manfaat yang didapat dari usaha intensifikasi pertanian adalah:
1) Semakin meningkatnya pemakaian bibit unggul tanaman.
2) Dihasilkannya hasil pertanian yang lebih banyak dan berkualitas.
3) Meningkatkan pendapatan para petani.
4) Terpeliharanya kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.
5) Semakin meningkatnya daya saing produk agribisnis secara berkelanjutan.
6) Semakin meningkatnya pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman.
7) Sistem pengairan pertanian semakin teratur.
8) Perbaikan kultur teknis semakin meningkat.
9) Kebutuhan atas tanaman tersebut akan semakin mudah didapatkan konsumennya.
10) Semakin berkembangnya sumber daya pertanian ysng meliputi sumber daya manusia,sumber daya alam,ilmi pengetahuan dan teknologi serta informasi dan kelembagaan.
11) Berkembangnya agroindustri,sistem distribusi dan perdagangan serta berkambangnya manejemen pembangunan pertanian lintas sektoral dan lintas kabupaten atau kota.
12) Menghasilkan output yang jauh lebih banyak dan dalm waktu yang lebih singkat.

Bagi kehidupan,penerapan intensifikasi pertanian selain telah memberikan banyak keberhasilan ternyata juga banyak memberikan dampak yang kurang menguntungkan terhadap keseimbangan ekosistem.Dampak dari penerapan intensifikasi pertanian yaitu terjadinya pengkayaan Hara Nitrogen,Fosfor dan Kalium pada perairan karena penerapannya kurang tepat.

Dalam penerapan intensifikasi pertanian ini juga menhadapi kendala,yaitu tingkat kesadaran masyarakat masih kuarang,karena kurangnya penyuluhan bagi masyarakat.Jadi,langkah yang harus dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kapada masyarakat agar memiliki kesadaran bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan masing-masing demi mewujudkan pembangunan lingkungan pertanian.

Selain itu,usaha intensifikasi pertanian juga menghadapi kendala lain yaitu akibat dari penerapan paket teknologi yang kurang tepat dalam menggunakan pupuk kimia dan pestisida dengan dosi jauh lebih tinggi dari pada yang dianjurkan,sehingga dapat menurunkan efisiensi usaha taniu dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungannya.Dalam usaha ini petani menganggap bahawa penggunaan bahan kimia buatan baik pupuk maupun pestisida adalah satu-satunya alat yang dapt merusak ekosistem pertanian.Memang dalam kenyataannya meningkatkan produksi pertanian,namun hal ini hanya berlangsung dalam jangka pendek,sedangkan dalam jangka panjangnya dapat menurunkan produksi pertanian baik secara kualiatas maupun secara kuantitas.Dampak yang lebih parah yaitu kerusakan tanah hingga tidak dapat dipergunakan untuk kehidupan tanaman sebagai akibat dari akumulasi residu kimia di dalam tanah,serta timbulnya hama dan penyakit baru yang menyerang tanaman.

Usaha intensifikasi pertanian inisangat bagus dilakukan di wilaayah pulau Jawa,misalnya di Lombok Barat,mengingat luas areal pertaniannya sangat sempit dan berkurang karena jumlah penduduk yang semakin bertambah yang mengharuskan lahan pertanian menjadi lahan pembangunan perumahan.

Usaha yang dilakukan para petani dalam ntensifikasi pertanian di Lombok Barat yaitu:
 Penggunaan varietas tunggal.
Untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi,benih atau bibit harus dari varietas yang unggul dan sesuai dengan kondisi lahan.
 Pengolahan tanah.
Hendaknya dengan membuat teras yang sempurna agar kesuburan tanah dapat dipelihara.Selain itu disarankan agar tanah diolah sebaik mungkin,pengolahan tanah cukup 2 kali yaitu sebelum dan pada awal musim hujan.
 Pola tanaman.
Dengan penerapan pola tanaman,erosi dapat diperkecil dan sekaligus lahan bereproduksi.Beberapa pola tanaman yang dapat diterapkan yaitu tumpang sari,tanaman sisipan,tanaman beruntun dan pola tanaman kombinasi.
 Pemupukan.
Memaksimalkan penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan serta harganya dapt dijangkau masyarakat.
 Perlindungan tanaman.
Tujuannya agar tanaman terhindar dari gangguan berbagai macam hama dan penyakit yang merugikan.Usaha ini dapat beruapa pencegahan dan pemberantasan.

II. USAHA EKSTENSIFIKASI

Usaha ekstensifikasi merupakan perluasan areal pertanian ke wilayah yang sebelumnya belum dimanfaatkan manusia.Sasaranya adalah ke lahan hutan,padang rumput steppe,lahan gambut atau bentuk-bentuk lain lahan marginal (terpinggirkan).Perluasan areal pertanian diperlukan apabila lahan pertanian yang tersedia dianggap tidak mampu lagi mendukung penyediaan produksi yang diharapkan misalnya untuk menyediakan bahan pangan bagi penduduk suatu wilayah.Sealain itu ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuak persawahan pasang surut.

Pengolahan tanah merupakan salah satu usaha ekstensifikasi dan merupakan kegiatan paling banyak memerlukan energi.Pengolahan tanah secara manual menyerap tenaga kerja yang besar baik tenaga manusia maupun ternak sebagai tenaga tarik.Suatu tindakan yang dapat mempengaruhi produksi sekaligus pndapatan petani,pengolahan tanah mendapatkan perencanaan yang baik.Seabab kesalahan di dalam pengolahan tanah dapat merusak struktur tanah,mempercepat terjadinya erosi,terjadinya perombakan bahan organik dengan cepat.Disamping itu,cara pengolahan tanah yang tidak tepat hanya memboroskan tenaga.Oleh karena itu,untuk kelancaran pengerajaan pengolahan tanah dengan alat mekanis maka diperlukan tenaga yang besar yaitu traktor dan juga perhitungan yang tepat antara lain dengan melihat kondisi lahan yang akan diolah.penggunaan dan pengembangan pemakaian traktor dalam bidang pertanian merupakan suatu tindakan yang tepat,dan tidak terfokus pada kegiatan pengolahan tanah saja tetapi juga terfokus pada kegiatan pertanian lainnya.

Manfaaat dari usaha ekstensifikasi adalah:
a) Lahan pertanian semakin luas,semakin baik dan semakin terpelihara.
b) Sistem produksi pertaniannya semakin sempurna dan semakin banyak.
c) Lingkungan hidup semakin terkelola dan sumber daya hayati dapat digunakan dengan baik.
d) Lahan-lahan marginal dapt terpakai untuk kebutuhan manusia.

Dalam melaksanakan usaha ekstensifikasi banyak kendala yang dihadapi,yaitu:
1) Ekosistem alami yang asli akan terganggu kehidupannya.
2) Terdesaknya penduduk asli karena kalah bersaing dengn pendatang.
3) Jauhnya lahan pertanian dari pemukiman penduduk.
4) Lebih besarnya konservasi lahan sawah dibandingkan dengan usaha pencetakan lahan sawah yang baru.
5) Terjadinya konflik antara petani pemilik tanah dengan perkebuanan dan penguasa lokal.

Usaha ekstensifikasi baik dilakukan di daerah Sumatera,Kalimantan dan Irian Jaya yaitu tempat tujuan transmigrasi.
Kegiatan yang dilakukan dalam usaha ini yaitu:
1. Pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan manusia.
2. Melakukan usaha konservasi pada lahan baru misalnya memperbaiki dan menjaga keadaan tanah agar tahan terhadap erosi,mjelindungi tanah dari jatuhnya air hujan dengan tanaman atau sisa-sisa tanaman serta memperlambat aliran air dipermukaan tanah.
3. Malakukan kultur teknis pada lahan baru yaitu menanam berbagai jenis tanaman yang fungsinya untuk melindungi tanah terhadap daya perusak butir-butir hujan,dan memprebaiki penyerapan air oleh tanah.
4. Mambuat saluran pembuangan air pada lahan baru.

One thought on “MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s